Pentingnya Masker Pada Saat Pandemi COVID-19

Pentingnya Masker dan Kebersihan Diri Saat Pandemi COVID-19

ilustrasi kapan pakai masker
foto : pexels

Penyebaran covid-19 menurut WHO secara umum terjadi lewat droplet atau percikan cairan dari batuk atau bersin pasien Coronavirus Disease (Covid-19). Orang yang menghirup atau terkena droplet itu akan terinfeksi virus covid-19 hingga terjangkit Covid-19. Yang menjadi pertanyaan: apakah penularan virus covid-19 bisa melalui udara?

WHO menyatakan virus Covid-19 tidak terbang di udara (airborne) dan tak bisa mencapai jarak sekitar 2 meter dari lokasi percikan. Meski begitu, beberapa penelitian terbaru menyebutkan Covid-19 dapat mencapai jarak hingga 8 meter dalam kondisi tertentu. Penelitian oleh ilmuwan dari MIT, Amerika Serikat, ini dimuat jurnal American Medical Association.

Adapun laporan penelitian yang dimuat di New England Journal of Medicine menyebutkan virus Covid-19 bisa bertahan hingga tiga jam di udara, empat jam di tembaga, bahkan 24 jam di karton dan dua-tiga hari di benda berbahan stainless steel serta plastik. Meski begitu, penelitian itu tidak menyatakan penyebaran Covid-19 bisa melalui udara.

Sejauh ini, para ilmuwan sepakat bahwa cara penyebaran covid-19 yang paling utama adalah melalui droplet. Risiko penularan lewat udara belum bisa dibuktikan. Namun ada risiko penyebaran dari benda yang terkena percikan cairan yang mengandung virus covid-19. Karena itulah penting untuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan masker saat melakukan kegiatan di luar rumah.

Inilah bentuk penyebaran covid-19 yang mesti diwaspadai oleh masyarakat. Terlebih ketika tidak ada aturan lockdown atau karantina wilayah secara total sehingga warga masih bisa beraktivitas meski terbatas. Berikut ini perilaku yang berpotensi menjadi sarana penyebaran covid-19 di tengah masyarakat

1. Tidak peduli terhadap kebersihan tangan

ilustrasi tangan kotor
foto : klikdokter

Tangan sebagai organ yang paling banyak menyentuh anggota tubuh lain telah lama disebut sebagai salah satu sumber utama penyebaran penyakit. Ketika tangan menyentuh benda yang dihinggapi covid-19, virus itu akan menempel dan berpotensi besar masuk ke tubuh saat tangan memegang wajah, terutama mulut dan hidung.

Karena itu, mencuci tangan harus dijadikan kebiasaan. Cucilah tangan sesuai dengan panduan WHO. Bila tak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer yang berbahan alkohol. Apalagi jika sering beraktivitas di luar, termasuk sebelum dan sesudah makan.

2. Tidak segera bersih-bersih

ilustrasi bersih-bersih
foto : sehatq

Orang yang berkegiatan di luar berpotensi menyebarkan covid-19 ketika pulang ke rumah. Virus itu bisa menempel pada organ tubuh hingga pakaian dan celana. Itu sebabnya mesti segera bersih-bersih begitu tiba dari luar, apalagi dari pusat aktivitas seperti pasar dan angkutan umum.

Jangan pegang apa pun dulu setelah datang, terutama anggota keluarga di rumah. Segera lepas baju dan celana dan masukkan ke tempat pakaian kotor, lalu mandi dan keramas. Dengan begitu, potensi penularan Covid-19 bisa ditekan.

3. Tidak pakai masker

ilustrasi pakai masker
foto : shutterstock

Orang yang terkena Covid-19 tidak selalu menunjukkan gejala berat. Ada pula orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menyebarkan covid-19 ke sekitarnya. Sebagai langkah antisipasi, kenakan selalu masker saat bepergian. Apalagi jika ada gejala ringan seperti batuk dan pilek, meski ini tidak selalu menandakan positif covid-19.

Tidak harus mengenakan masker medis, saat ini bisa pula memakai masker kain asalkan memenuhi kriteria keamanan. Andai tidak positif pun mengenakan masker tetap bermanfaat untuk mencegah penyebaran covid-19 dari orang lain.

4. Tidak jaga jarak

ilustrasi jaga jarak
foto : shutterstock

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan aturan jaga jarak fisik (physical distancing) untuk menekan penyebaran covid-19. Bila tidak mematuhi aturan ini, orang berisiko terular corona karena droplet bisa terlontar hingga 2 meter dari orang yang positif covid-19.

Virus covid-19 hingga saat ini tak ditemukan bisa melayang dan menyebar lewat udara. Tapi virus dari droplet tetap bisa hinggap ke orang lain ketika terlontar dari bersin atau batuk orang yang positif. Masyarakat bisa membantu mencegah penyebaran covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih serta menggunakan masker.

 Akhirnya , Banyak ilmuwan dan tenaga medis di seluruh dunia mengadakan riset dalam rangka mengatasi pandemi penyakit virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih meluas. Salah satunya mengenai penggunaan masker kain corona untuk mencegah Covid-19. Hal ini dilatarbelakangi ketersediaan masker medis yang terbatas di berbagai negara. Jikapun ada, harganya lebih mahal hingga tiga kali lipat.

Efektivitas penggunaan masker kain covid-19 masih menjadi pembahasan hingga saat ini. Di Indonesia, masyarakat umum diimbau mengenakan masker kain ketika beraktivitas di luar ruangan. Sedangkan masker medis diprioritaskan hanya bagi pasien covid-19 dan petugas kesehatan, terutama yang merawat pasien covid-19.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) lebih dulu mengeluarkan panduan penggunaan masker kain covid-19 bagi warga setempat. Tapi, di sisi lain, WHO menyatakan penggunaan masker kain covid-19 oleh orang sehat belum punya pijakan bukti yang memadai dalam kaitannya dengan pencegahan penyakit Covid-19.

Manfaat Masker Kain Covid-19

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito  menjelaskan, masker kain bisa digunakan sebagai pengganti masker medis untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di tengah masyarakat umum. Banyaknya kasus orang tanpa gejala (OTG) juga mendasari sosialisasi masker kain corona.

Orang yang tidak sadar bahwa dirinya positif corona bisa saja menulari orang lain tanpa sengaja ketika berinteraksi tanpa masker. Satu tetesan (droplet) cairan saja bisa menyebabkan orang lain terkena Covid-19. Untuk mengantisipasi kejadian itu, masyarakat diimbau mengenakan masker ke mana pun pergi di area publik. Namun manfaat masker kain corona tersebut bisa didapatkan selama memenuhi persyaratan untuk mendukung efektivitasnya.

Syarat itu antara lain masker kain hanya bisa dikenakan selama empat jam secara terus-menerus. Setelah empat jam, masker harus dilepas untuk dicuci dan diganti dengan yang baru. Sebab, material kain lebih mudah ditembus virus corona ketimbang masker medis.

Syarat lainnya adalah:

  • Terpakai secara pas dari atas hidung hingga dagu dan kedua sisi wajah
  • Dilengkapi dengan tali yang diikat ke belakang kepala atau karet yang dipasang di telinga
  • Terdiri atas beberapa lapis kain, setidaknya dua lapis
  • Bahan kain kuat, tidak mudah rusak ketika dicuci
  • Bahan anti-air atau tahan terhadap cairan lebih disarankan
  • Penggunanya tetap harus dapat bernapas dengan mudah
  • Sebelum mengenakan masker, cuci tangan
  • Jangan menyentuh-nyentuh masker, apalagi menurunkannya hingga ke dagu
  • Lepas masker dengan cara membuka tali atau karetnya langsung, bukan dengan menarik masker

Kapan Harus Memakai Masker Kain Corona?

foto: shutterstock

Baik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 maupun CDC merekomendasikan penggunaan masker kain bagi masyarakat umum ketika berada di luar ruangan. Terutama saat di tengah situasi yang menyulitkan untuk penerapan aturan jaga jarak fisik (physical distancing), seperti di pasar, supermarket, dan angkutan umum.

WHO mendorong negara-negara yang terkena dampak pandemi Covid-19 untuk merekomendasikan masker non-medis bagi warga masing-masing, termasuk masker kain corona, lantaran masker medis lebih dibutuhkan oleh tenaga kesehatan. Panduan WHO menyebutkan soal siapa, kapan, dan bagaimana memakai masker yang benar agar efektif, di antaranya:

  • Sedang batuk dan pilek
  • Dekat atau berada di kawasan yang terpapar Covid-19, misalnya serumah dengan pasien dalam pengawasan atau orang dalam pemantauan
  • Dibarengi dengan mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air atau penyanitasi tangan (hand sanitizer) berbahan alkohol
  • Melepas dan menggantinya dengan yang baru sesuai dengan rekomendasi lama pemakaian

WHO menyatakan akan memperbarui panduan penggunaan masker ketika sudah ada bukti mengenai efektivitas masker kain Covid-19. Sementara itu, masyarakat bisa mengenakan masker kain baik buatan sendiri maupun beli di luar sepanjang memenuhi persyaratan. Penggunaan masker kain jauh lebih baik ketimbang tidak mengenakan masker sama sekali.

So, Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri sendiri dan pakai masker ya? karena semua berawal dari diri sendiri .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *